Sepenggal dialog dalam film animasi Kung-Fu Panda…
Mr. Ping: The secret ingredient is… nothing!
Po: Huh?
Mr. Ping: You heard me. Nothing! There is no secret ingredient.
Po: Wait, wait… it’s just plain old noodle soup? You don’t add some kind of special sauce or something?
Mr. Ping: Don’t have to. To make something special you just have to believe it’s special.
[Po looks at the scroll again,
and sees his reflection in it]
Po: There is no secret ingredient…
Yang masih ngerasa hopeless, tak berdaya, tidak istimewa — pikir lagi! Rasakan lagi. Rasakan nikmat-nikmat Alloh yang melimpah dalam diri dan yang ada di sekelilingmu.
YES! Rahasia menjadi seseorang yang SPESIAL hanyalah memPERCAYAi bahwa diri kita adalah seorang yang SPESIAL. Dengan semua kelebihan dan semua hal yang perlu diperbaiki mulai saat ini.
You ARE the SPECIAL one!
Beberapa hari yang lalu saya post status di atas di halaman Facebook pribadi saya yang saya re-post ke halaman Facebook Ledakan Revolusi. FYI, Kung-Fu Panda adalah salah satu kartun animasi favorit saya, di dalam film tersebut sarat dengan nilai-nilai hidup yang practicable.
Adegan Po, karakter utama animasi ini berlangsung ketika Po berdialog dengan ayahnya yang berprofesi sebagai pengusaha mie kuah, dimana kedainya sangat terkenal di daerahnya. Dengan “bahan rahasia” mie tersebut makin disukai siapapun.
Di tengah cerita, Po yang ditakdirkan menjadi Dragon Warrior, pendekar terkuat yang muncul di zaman itu, dipercayai oleh Master Shifu untuk membaca “gulungan rahasia” yang dipercaya berisi jurus atau wejangan khusus dari pendahulu-pendahulunya.
Tapi, apa yang terjadi? “gulungan rahasia” tersebut ternyata hanya gulungan kosong. YA! Kosong!! Tentu saja, Po, Master Shifu, dan muridnya yang lain tak menduga hal ini.
Di saat itulah, Po mendapat pencerahan lewat ayahnya,
To make something special you just have to believe it’s special.
Kadang kita terpaku terhadap faktor eksternal yang bertebaran di sekeliling kita. Kata terpaku saya pakai di sini karena kita cenderung kurang/tidak ingat terhadap potensi diri kita yang luar biasa. Makhluk paling sempurna, dan itu diklaim oleh Tuhan kita sendiri.
Kalau kita bisa bilang bahwa kita ini diciptakan Tuhan lengkap, 1 paket, dengan kelebihan dan kekurangannya — sadari — sadari bila Tuhan pun menciptakan manual book-nya untuk tidak hanya dapat survive tapi juga bisa memenangkan hidup.
Tidak punya modal, tidak ganteng, tidak kaya, dan tidak-tidak lainnya sering asyik nongkrong di otak dan hati menggerus jiwa pemenang dalam diri kita. Alih-alih kita bangkit, kita malah menikmati keadaan tersebut. Galau akut, bahasa kerennya.
Po, dalam Kung-Fu Panda pun mengalami kegalauan yang serupa. Po merasa dirinya “tidak pantas” menjadi Dragon Warrior. Badannya yang gemuk, tidak atletis, sikapnya yang santai tentu tidak menggambarkan seorang pejuang alias Warrior. Tapi, apa yang terjadi?
Po menyadari bila dirinya tidak perlu “gulungan rahasia” untuk mencapai derajat Dragon Warrior. Po hanya perlu mempercayainya, meyakini dalam diri bahwa dirinya sejak awal adalah Dragon Warrior walau tanpa “gulungan rahasia” tersebut. Dan YAKIN, PERCAYA, IMAN, adalah rahasia paling rahasia untuk menjadi atau mencapai apapun.
Menyadari betapa spesialnya kita sebenarnya sangatlah mudah. Faktor tidak yang saya sebutkan sebelumnya, coba ganti dengan kebalikannya yang positif dengan menghapus kata tidak.
Sebagai contoh,
Tidak punya modal —> modal terbaik saya saat ini adalah diri saya sendiri, potensi dan passion saya adalah modal terbaik. Modal eksternal telah disiapkan oleh Tuhan, dan jalannya sangat variatif.
Tidak ganteng (ini yang paling mudah diganti) —> saya menawan, saya terbaik bagi wanita/pria terbaik
Mudah? Ya, memang! Hanya saja penggerusan tersebut terus berlanjut. Positive thinking & feeling itu skill, maka baiknya terus dipraktekkan dan dilatih.
Tapi,… tapi, …
Tapi apalagi? Manusia itu unik. Garis rizki PASTI tak akan meleset. Spesial hanya untuk kita. Pasti presisi, tepat sasaran, dan pasti akan sampai. Tentu di dalam mendapatkannya kita perlu bahkan wajib menjemputnya.
Kita betul-betul spesial dengan segala yang dianugerahkan Tuhan untuk kita. Rasanya konyol bila Tuhan Yang Maha Penyayang ada niat atau sudah menzolimi makhluk ciptaanNya sendiri.
Jadi, YAKINi, diri kita sangat SPESIAL. Lebih dan kurangnya itu hanya persepsi kita. Tuhan SELALU menciptakan manusia secara SEMPURNA, dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Apakah saya SPESIAL? Say YEAH!!
the special one,
mister explosion